Jumat, 29 Juli 2011

Esai gdebook

Dongeng, Pemacu Minat Baca Anak Sejak Dini
Tulisan oleh: Wirmayani  

Dewasa ini, anak kerap kali menghabiskan waktu luang mereka berada di depan televisi untuk mencari hiburan. Anak yang dimaksudkan dalam konteks ini adalah anak yang berusia dibawah 10 tahun. Televisi merupakan media elektronik audio visual yang menyediakan berbagai program. Program TV yang disajikan akan membawa pengaruh buruk untuk anak. Mengapa? Keberadaan program TV yang beragam menjadikan anak untuk bebas menyaksikan acara yang disajikan, termasuk acara yang mengandung unsur horor, kriminal, dan tidak mendidik. Program TV yang mengandung unsur kriminal membuat anak menjadi tidak percaya diri dan penakut, selain itu, melalui acara televisi, anak juga tak dapat mengembangkan imajinasi mereka terhadap suatu hal, karena melalui TV, anak sudah disuguhkan suara dan gambar yang bergerak.
Perkembangan imajinasi dan kreativitas anak pun tak terlepas dari peran serta orangtua. Daya imajinasi anak tergantung pada seberapa besar ia membaca. Berbeda dengan menonton televisi, melalui membaca, anak dapat meningkatkan daya imajinasi. Hasil yang ditimbulkan dengan rajin membaca atau tidak adalah jauh berbeda. Sebuah penelitian membuktikan bahwa anak yang tidak rajin membaca, pada saat ia menempuh pendidikan di sekolah yang lebih tinggi akan sangat sulit untuk menerima pelajaran. Mereka yang tidak suka membaca akan mengatakan bahwa membaca itu membosankan dan tidak berguna. Tugas-tugas yang diberikan di sekolah pun akan sulit untuk dikerjakan. Jika terus dipaksakan, mereka akan semakin tertekan dengan berbagai kegiatan yang mengharuskannya pada membaca. Pada akhirnya, anak yang berada di pendidikan yang lebih tinggi akan mengganggap membaca merupakan hukuman bagi mereka.
Membaca juga sangat penting dalam membangun negara yang berkualitas. Melalui gemar membaca, masyarakat akan mengetahui perkembangan Indonesia dibandingkan dengan negara lain. Negara-negara yang maju dan berkembang akan terus meningkatkan kualitas sumber daya manusianya melalui membaca. Jika negara kita dapat terbebas dari buta huruf, maka akan lebih mudah lagi untuk dapat turun serta dalam persaingan Internasional. Karena dengan membaca dan terus belajar, mutu dan kualitas sumber daya manusia di Indonesia sudah tak dapat diragukan lagi.
Sebagian orangtua mungkin akan berpikir, membaca buku pelajaran jauh lebih penting dibandingkan membaca buku cerita, baik itu komik, novel, atau cerpen. Orangtua yang memiliki pekerjaan yang banyak menghabiskan waktu akan berpikir secara singkat, yaitu membelikan buah hati mereka buku pelajaran secara terus menerus dan melarang untuk membaca buku cerita. Hal ini sering terjadi pada anak yang berusia 7 atau 8 tahun. Menyuruh anak untuk membaca buku pelajaran terus menerus akan membuatnya jenuh dan bosan, hasilnya juga sama, membaca hanya akan membuatnya tertekan. Meningkatkan minat baca anak bukan hanya semata-mata dengan cara membelikannya banyak buku (yang disukai atau tidak disukai) dan membiarkannya membaca sendiri, melainkan mengikut sertakan kasih sayang orangtua dalam pemecahan solusi peningkatan minat baca anak.
Usia 5-10 tahun adalah usia yang tepat untuk menumbuh kembangkan daya kreativitas otak anak dengan cara membaca. Hal yang harus diperhatikan oleh orangtua adalah pemberian buku bacaan yang mereka minati, tetapi tetap dalam pengawasan orangtua. Contohnya, anak usia 6 tahun, lebih memilih untuk membeli buku cerita bergambar seperti Cinderela untuk dibaca. Ini merupakan hal yang wajar dan sangat membantu untuk meningkatkan minat baca anak. Contoh yang lain adalah anak ingin membeli buku cerita bergambar yang tidak mengandung amanat cerita yang jelas, dalam situasi seperti ini, peran orangtua sangat dibutuhkan. Orangtua diminta untuk memberikan penjelasan dengan baik dan lembut agar sang anak mengerti bahwa buku tersebut kurang layak untuk dibaca. Bacaan bergambar menarik yang memiliki amanat dan nilai moral yang kuat akan menjadikan anak lebih giat membaca dan berbudi pekerti yang luhur.
Buku bacaan anak bergambar, atau kerap disebut dongeng, menjadi sebuah pemacu minat baca anak. Terlebih lagi bila orangtua lebih meluangkan waktu untuk buah hati mereka membacakan dongeng tersebut. Bagaimana hal tersebut bisa memacu minat baca anak? Melalui pembacaan dongeng secara dini, anak akan mendengarkan cerita yang diceritakan lalu berimajinasi bagaimana jalan cerita dan perwatakan tokoh yang diceritakan. Terlebih lagi apabila orangtua menceritakan cerita tersebut dengan improvisasi yang pas. Berikanlah waktu pada anak untuk mencerna kata demi kata, kalimat demi kalimat, yang disampaikan untuk mencerna dan berimajinasi sekreatif mungkin dalam otaknya. Selain itu, anak juga akan semakin penasaran akan bagaimana kelanjutan ceritanya dan akhirnya memilih untuk membaca sendiri. Secara bertahap, hal ini telah dibuktikan mampu memacu minat baca anak sejak dini.
Pembacaan dongeng yang diberikan orangtua, bukan hanya dapat memacu minat baca anak, tetapi juga akan meningkatan kekompakan antar keluarga, dimana para orangtua akan menceritakan dongeng sepenuh hati dengan kasih sayang. Malam hari sebelum tidur adalah waktu yang pas untuk pembacaan dongeng. Keakraban antar keluarga juga akan muncul dengan cara ini, walaupun orangtua diharuskan mencari nafkah seharian, tetapi pada malam hari mereka tetap dapat menjalin keakraban dengan anaknya.
Setelah anak sudah mulai beranjak dewasa, disarankan pada keluarga untuk tetap mengawasi dan mendukung setiap buku yang dibaca anak. Perpustakaan kecil dalam rumah juga mampu menambah minat anak untuk membaca seluruh buku tersebut. Untuk orangtua, cobalah untuk selalu merekomendasikan buku-buku terbaik yang anda miliki, sebaliknya, bacalah buku-buku yang anak anda miliki serta berikanlah pujian atas perlakuannya untuk memilih buku yang tepat.
Dengan melihat solusi yang telah disebutkan di atas, diharapkan para orangtua akan terus memberikan kasih sayang kepada anaknya dengan cara membacakan dongeng sebelum tidur, karena hal tersebut juga akan memacu minat baca anak sejak dini. Melalui membaca kita dapat mengetahui berbagai banyak hal. Melalui membaca pula kita dapat berimajinasi dan berkreativitas. Tingkatkanlah minat baca anak sejak dini untuk masa depan yang cerah.



Please give comments and like here
until 31st August 2011
thanks before :)

regards
irma

Tidak ada komentar:

Posting Komentar